Tuesday, 4 May 2010

Random Tweet

Beberapa hari yang lalu sebuah virus bernama insomnia menyerang. Biasanya paling malam filia tidur jam 00.00. Tapi entah kenapa malam itu mata engga ada ngantuk-ngantuknya. Akhirnya buka opera mini dan log in twitter.

Menit demi menit berlalu tapi timeline tetap aja sepi. Ah ya, mereka pasti udah pada tidur. Di atas tempat tidur guling sana guling sini tapi tetep engga ada rasa kantuk sedikit pun. Akhirnya muncul niat: biarlah filia yang ramein timeline ini sendirian.

Ide berawal ketika tiba-tiba soundtrack Shinchan yang dulu terngiang di telinga. Mulai update:

kalau begini akupun jd sibuk, berusaha memejam-mejam mata~ matabulan menyinari (?)
Itu kan aslinya: kalau begini aku pun jadi sibuk, berusaha mengejar-ngejar dia~ Matahari menyinari ....
Tapi filia ubah liriknya seenak jidat, seperti orang yang engga menghargai sebuah karya. Tapi untuk selanjutnya filia engga merubah lirik lagi kok, selanjutnya murni hasil sendiri.

Update untuk kedua kalinya:

bahkan detak jam dinding terdengar jelas di telingaku..
uwoooo~ <-- (?)
Update untuk ketiga kalinya:

dan selimut pun enggan mendekap diriku yg ingin terlelap


@*sensor*: Seakan ia berkata: "Aku masih ingin perjaka..." RT @filiadanila dan selimut pun enggan mendekap diriku yang ingin terlelap

Ada rasa ingin tertawa, tapi sengaja ditahan. Nanti orang rumah curiga lagi ,lewat tengah malam ada yang cekikikan.

Next Update:

anak adam pun berkata: tidur! udah malem. (itu maksudnya bokap gue haha)



@*sensor*: Tapi aku tak bisa, jgn kau paksa aku.. *dramatisir* RT @filiadanila anak adam pun berkata: tidur!



agaknya malam ini tweet saya ga karuan tweeps

Next:

dr sela2 ventilasi angin membelai rambutku dan berbisik: tiduuur tiduur wuuush~ wuuush~



dan mata ini perlahan terpejam, terpejam bersama hembusan angin malam ~end~




-Filia-

Monday, 3 May 2010

Drunken Series

Selama beberapa bulan ke depan saya jadi pengagguran. Kuliah pun belum jelas juntrungannya, tapi ada lah satu universitas negeri yang udah nyangkut hehehehe..

Nah selama masa libur (baca: menganggur) tersebut, saya isi dengan banyak-banyak baca buku dan banyak-banyak berselancar di dunia maya. Tujuan berselancarnya sih mulia: mencari informasi. Tapi pas udah di depan layar malah tweeting. hadeeuuuuuhhh.. Mau jadi apa kamu ini nak, nak..

Kembali lagi ke "banyak-banyak baca buku", sebenarnya enggak banyak-banyak amat buku yang dibaca, cuma beberapa. Diantaranya "Drunken Series". Ada yang pernah melihat kata "Drunken" pada sebuah cover buku? Drunken Monster, Drunken Molen, Drunken Mama atau Drunken Marmut? Keempat nama yang saya sebut tadi adalah judul buku buah karya Pidi Baiq.

Tau siapa Pidi Baiq??
Pidi baiq adalah seorang alumnus Senirupa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah mendirikan negara sendiri: Negara Kesatuan Republik The Panas Dalam. Mungkin temen-temen blogger lain lebih tau mengenai Pidi Baiq dan bukunya.

Buku-buku yang ditulis Surayah ini kalo dinilai dari segi sastra terbilang unik bahasanya. Tapi itu merupakan ciri khas gaya menulis Pidi Baiq. Keempat buku Drunken tersebut isi ceritanya engga jauh berbeda. Bisa dilihat dari semboyan (wuiidiiiihh semboyan :p) yang tertera pada masing-masing covernya.


Drunken Monster : Kumpulan Kisah Tidak Teladan




Drunken Molen : Kumpulan Kisah Tidak Teladan




Drunken Mama : Keluarga Besar Kisah-kisah non Teladan





Drunken Marmut : Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan


Kebayang gimana isinya?
Ehm, sebenernya sih isinya cuma catatan harian aja, sama seperti Raditya Dika gitu. Tapi kisah-kisah hariannya itu loh yang engga biasa. Lucu, kocak, dan bikin sakit perut juga (mungkin). Ini buku juga bisa dijadiin penghilang stress, saya aja sampe ngakak sendiri bacanya.

Oh ya, Surayah juga punya buku baru dengan judul Kitab Al-Asbun Manfaatulngawur. Tapi saya juga engga tau udah keluar apa belum bukunya, yang jelas baca beberapa cerita di blognya sih saya jadi pengen beli :D


Ini dia cover Al-Asbun Manfaatulngawur, langsung ambil dari sitenya Kang Pidi

Kalo ada temen-temen blogger yang mungkin pengan tau juga kisah Pidi Baiq selengkapnya, silahkan beli bukunya sendiri atau pinjam ke tetangga :p

- Filia -

 


Designed by Filia