Tuesday, 20 March 2012

Senyum Itu, Bibir Itu

Masih sama guratan senyum yang tergores di wajahnya. Indah penuh pesona. Senyum yang menenangkan hatiku. Senyum yang membuat nafasku sesak. Senyum yang membuat jantungku seakan berhenti berdetak. Senyum yang membuat pembuluh darahku seakan mau pecah. Sempurna! Lekukan bibir yang membentuk senyum itu sangat sempurna. Bibir yang dulu setiap harinya berbicara padaku. Bibir yang dulu setiap harinya mengecup keningku.


Akhirnya setelah empat tahun aku bisa melihat senyum itu lagi, melihat bibir itu lagi. Aku melihat dirimu begitu jelas dan nyata di hadapanku. Tersenyum padaku. Masih dengan senyum yang sama. Kau tahu apa yang aku rasakan sekarang? Masih sama seperti empat tahun lalu. Aku bahagia dan ingin melompat seperti anak kecil yang memenangkan lotre. Tapi kakiku tertahan di atas tanah yang kupijak. Ada sesuatu yang membuat lompatanku tertahan. Bibir itu, bibirmu. Aku menunggumu mendaratkannya di keningku.

Tapi apa yang kau lakukan sekarang? Tidak ada kecupan di kening. Namun yang kau lakukan sekarang benar-benar membuat otakku berhenti berpikir. Berhenti berpikir tentang senyum itu dan bibir itu. Aku yakin malam ini tidak akan bisa tidur. Aku yakin kau sedang mencoba membunuhku. Membunuh kesadaranku. Membunuh rindu kita.

- Filia -

Sunday, 18 March 2012

Berkenalan dengan GEMA PENA

GEMA PENA, GERAKAN MAHASISWA PENDIDIKAN NASIONAL. Saya bingung mau menjelaskan dan mulai bercerita dari sisi mana mengenai gerakan yang baru saya ikuti ini. Saya juga bingung bila ditanya deskripsi GEMA PENA itu apa. Menurut saya pribadi, GEMA PENA itu sendiri suatu wadah yang di dalamnya berisi pejuang-pejuang pendidikan yang sedang berusaha mewujudkan mimpinya untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Well, saya enggak bisa mendeskripsikan secara rinci GEMA PENA itu seperti apa, karena memang tidak terdefinisi. Kenapa demikian? Pertama, mungkin saya belum mengenal terlalu dalam apa itu GEMA PENA karena saya masih sangat baru dalam lingkungan ini. Kedua, deskripsi dari GEMA PENA itu sendiri sebenarnya kegiatan atau realisasi dari mimpi-mimpi kami di dalamnya. Yang jelas, tidak mudah masuk ke sini dan hanya orang-orang kuat penuh tekad yang dapat bertahan di dalamnya. Kegiatannya tentu saja tidak jauh-jauh dari pendidikan. Tapi bukan berarti pendidikan di sini hanya mengajar atau mendidik anak bangsa saja, melainkan lebih dari itu. Misalnya untuk tahun ini adalah program "BOS Watch" yang sedang digalakkan oleh GEMA PENA.

Sedikit ulasan, baru hari ini saya bisa berkumpul dan bertemu muka dengan keluarga GEMA PENA. Dari pertemuan pertama saja saya sudah mendapat kesan "Luar Biasa" terhadap orang-orang yang ada di dalamnya. Mereka, kami, mau berusaha memperbaiki dan mentransfer ilmu kepada yang membutuhkan. Bukan dengan cara mengobral omong lewat demo atau mengutuki pemerintah, tapi dengan bergerak dan direalisasikan dalam perbuatan. Dari pada mengutuki kegelapan, lebih baik kita nyalakan lilin. Ya, begitulah beberapa deret kata yang saya ingat dari hasil "Sekolah Peradaban" siang tadi.

Tidak sabar untuk segera turun ke kampung atau desa terpencil dan mengabdi di bawah payung pendidikan. Berbagi ilmu, kemudian saling bertukar dan merasakan pengalaman hidup bersama anak-anak yang terpinggirkan oleh pemerintah yang asik memajukan Sekolah BerTARIF Internasional itu.

- Filia -

Tuesday, 13 March 2012

Ujian ZiDS


Ach, ZiDS. Zertifikat für indonesische Deutsch-Studierende. Sebulan belakangan ini dunia saya dibuat jungkir balik olehnya. Singkat saja, ZiDS adalah Sebuah sertifikat untuk mahasiswa yang menggeluti dunia bahasa Jerman yang ada di Indonesia. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut tentu saja harus mengikuti ujian terlebih dahulu. Karena ujiannya bersifat nasional (Soal dibuat sama se-Indonesia seperti halnya Ujian Nasional), tentu saja sertifikatnya pun bersifat nasional.

Awalnya, untuk mahasiswa yang menggeluti bidang bahasa Jerman, sertifikat yang harus dimiliki sebagai bentuk bahwa telah menguasai kemampuan dasar bahasa Jerman adalah ZD (Zertifikat Deutsch) yang berlakunya pun tidak hanya di Indonesia, tetapi untuk Internasional. ZD diselenggarakan langsung oleh sebuah lembaga pusat kebudayaan Jerman. Dulu ZD itu gratis, kemudian menjadi bayar setengahnya dan sekarang bayar seratus persen. Dikarenakan biaya untuk mengikuti Ujian ZD mahal (kalo enggak salah sekarang sekitar 90 atau 150 Euro silahkan dirupiahkan sendiri ya), maka dosen-dosen bahasa Jerman di seluruh Indonesia sepakat untuk membuat ujian sendiri, yang tidak memungut biaya semahal ZD namun tetap dibantu oleh pihak Jerman juga dalam pembuatan soal ujiannya. Akhirnya lahirlah ZiDS. Biaya mengikuti Ujian ZiDS berbeda di setiap universitasnya. Ada yang gratis tanpa pungutan sama sekali tapi ada juga yang bayar seperti di tempat saya kuliah. Saya juga enggak tahu kenapa di setiap universitas berbeda biayanya. Di kampus saya sendiri, untuk ZiDS ini hanya dibebani biaya sebesar 50 ribu rupiah dengan masa berlaku sertifikat seumur hidup dan sudah termasuk kelas persiapan ujian beserta buku latihannya. Nah, selain berbeda biaya, di setiap universitas juga berbeda masa berlaku sertifikatnya. Jangan tanya kenapa, karena saya juga belum tau alasannya.

Tentu saja Ujian ZD tingkat kesulitannya jauh lebih menantang bila dibandingkan dengan Ujian ZiDS yang akan saya ikuti nanti. Meskipun begitu, tetap saja saya tidak tenang. Emang sih, tidak lulus ZiDS masih bisa ikut tahun depan. Tapi saya ingin sekali ikut langsung lulus, enggak mau ada kata mengulang.

Dan tadi sore di kelas persiapan ZiDS, seperti biasa mengerjakan soal-soal latihan dan hasilnya cukup memuaskan. Saya berharap ketika Ujian ZiDS nanti juga nilai saya minimalnya sama seperti tadi. Pulang dengan perasaan lega dan yakin pasti bisa lulus ZiDS itu membuat saya lupa kalau sebenarnya perut sudah keroncongan. Sesampainya di tempat kos, sebuah SMS masuk. Sebuah SMS dari seorang teman di kampus yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ZiDS, tapi isinya sangat menggembirakan. Di situ tertulis bahwa saya lolos seleksi wawancara GEMA PENA. Apa itu GEMA PENA? Next time saya ceritakan.

Mohon doanya mudah-mudahan saya lulus ZiDS dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan ya, teman-teman Blogger!

- Filia -

Thursday, 8 March 2012

Happy International Women's Day!


Happy International Women's Day to all the ladies out there! Hope that the future for all women is bright, equal, safe and rewarding. Know that you are beautiful and that you deserve nothing but the best :)

- Filia -

 


Designed by Filia