Tuesday, 13 March 2012

Ujian ZiDS


Ach, ZiDS. Zertifikat für indonesische Deutsch-Studierende. Sebulan belakangan ini dunia saya dibuat jungkir balik olehnya. Singkat saja, ZiDS adalah Sebuah sertifikat untuk mahasiswa yang menggeluti dunia bahasa Jerman yang ada di Indonesia. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut tentu saja harus mengikuti ujian terlebih dahulu. Karena ujiannya bersifat nasional (Soal dibuat sama se-Indonesia seperti halnya Ujian Nasional), tentu saja sertifikatnya pun bersifat nasional.

Awalnya, untuk mahasiswa yang menggeluti bidang bahasa Jerman, sertifikat yang harus dimiliki sebagai bentuk bahwa telah menguasai kemampuan dasar bahasa Jerman adalah ZD (Zertifikat Deutsch) yang berlakunya pun tidak hanya di Indonesia, tetapi untuk Internasional. ZD diselenggarakan langsung oleh sebuah lembaga pusat kebudayaan Jerman. Dulu ZD itu gratis, kemudian menjadi bayar setengahnya dan sekarang bayar seratus persen. Dikarenakan biaya untuk mengikuti Ujian ZD mahal (kalo enggak salah sekarang sekitar 90 atau 150 Euro silahkan dirupiahkan sendiri ya), maka dosen-dosen bahasa Jerman di seluruh Indonesia sepakat untuk membuat ujian sendiri, yang tidak memungut biaya semahal ZD namun tetap dibantu oleh pihak Jerman juga dalam pembuatan soal ujiannya. Akhirnya lahirlah ZiDS. Biaya mengikuti Ujian ZiDS berbeda di setiap universitasnya. Ada yang gratis tanpa pungutan sama sekali tapi ada juga yang bayar seperti di tempat saya kuliah. Saya juga enggak tahu kenapa di setiap universitas berbeda biayanya. Di kampus saya sendiri, untuk ZiDS ini hanya dibebani biaya sebesar 50 ribu rupiah dengan masa berlaku sertifikat seumur hidup dan sudah termasuk kelas persiapan ujian beserta buku latihannya. Nah, selain berbeda biaya, di setiap universitas juga berbeda masa berlaku sertifikatnya. Jangan tanya kenapa, karena saya juga belum tau alasannya.

Tentu saja Ujian ZD tingkat kesulitannya jauh lebih menantang bila dibandingkan dengan Ujian ZiDS yang akan saya ikuti nanti. Meskipun begitu, tetap saja saya tidak tenang. Emang sih, tidak lulus ZiDS masih bisa ikut tahun depan. Tapi saya ingin sekali ikut langsung lulus, enggak mau ada kata mengulang.

Dan tadi sore di kelas persiapan ZiDS, seperti biasa mengerjakan soal-soal latihan dan hasilnya cukup memuaskan. Saya berharap ketika Ujian ZiDS nanti juga nilai saya minimalnya sama seperti tadi. Pulang dengan perasaan lega dan yakin pasti bisa lulus ZiDS itu membuat saya lupa kalau sebenarnya perut sudah keroncongan. Sesampainya di tempat kos, sebuah SMS masuk. Sebuah SMS dari seorang teman di kampus yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ZiDS, tapi isinya sangat menggembirakan. Di situ tertulis bahwa saya lolos seleksi wawancara GEMA PENA. Apa itu GEMA PENA? Next time saya ceritakan.

Mohon doanya mudah-mudahan saya lulus ZiDS dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan ya, teman-teman Blogger!

- Filia -

2 comments:

Ria Nugroho said...

semoga nanti dimudahkan ya pas ujian testnya Aamiin
semangat filia ^____^

samsul kamaru said...

materi ZiDS isa di dapat di mna ya?

 


Designed by Filia