Wednesday, 6 April 2011

Hidup Cinta

Menjejak di atas tanah, berputar membentuk angin
Kuat namun dingin, halus namun keras
Tubuhku dicambuknya
Bibirku mencicit mengikuti alunan nada
Hatiku berontak, "Di depanmu ada pantai, mengapa kau berbelok ke gurun?"
Aku tidak tahu!
Ingar bingar kini menjauh
Egoku perlahan luruh bersama air mata
Terlambat, badai gurun telah siaga
Enyahkan aku!
Terkikislah asa!
Biar terkubur di bawah pasir
Sesal menemani, menggamit luka di sampingnya
Perih aku memilih cinta, dengan hidup melekatkan paksa
Seperti tertatih ke tempat yang tak ingin kujamah
Hidup ini memang pilihan hati
Namun cinta, dia yang akan memilih hati

- Filia -

4 comments:

Renbang said...
This comment has been removed by the author.
sapidudunk said...

umben fia nulis puisi.. hehehe...

"Cinta yang akan memilih hati", yep, you're right :)

Lauren said...

Wah, nulis puisi nih critanya pil,,haha


Jalan-jalan ke blog www.gameloe.co.cc ya,,

Filia said...

cuma iseng-iseng aja kok ini nulisnya juga hehehe

 


Designed by Filia