Wednesday, 22 December 2010

Muttertag

22 Desember.
Bagi umat manusia yang tinggal di Indonesia mungkin 22 Desember merupakan sesuatu yang spesial, termasuk bagi filia sendiri. Kenapa? Ya! Hari Ibu. Atau dalam Bahasa Jermannya disebut Muttertag. Berbagai pemikiran mengenai Hari Ibu ternyata bermacam-macam. Ada yang menganggapnya biasa aja, ada juga yang menganggap spesial.

Bagi filia sendiri, 22 Desember merupakan sesuatu yang amat sangat spesial. Emang sih ada yang berpandangan bahwa untuk menyatakan terima kasih pada ibu bukan hanya tanggal 22 Desember aja. Setiap hari, setiap saat dan dimana pun kita berada, sudah selayaknya hal yang kita lakukan tentu saja atas ridha ibu. Tapi di sini filia punya pandangan lain. Tanpa Hari Ibu, belum tentu seseorang ingat memberikan sesuatu sebagai tanda terima kasih pada ibunya masing-masing. Kecuali hari ulang tahun ibu mungkin ya, kalau itu beda lagi. Sesuatu atau kado yang diberikan pada ibu di hari ulang tahunnya bukan sebagai tanda terima kasih, tapi sebagai hadiah.

Hal yang biasanya filia lakukan di Hari Ibu adalah ketika bangun tidur di pagi hari, langsung cari mama ke segala penjuru rumah buat ngucapin 'Selamat Hari Ibu' disertai peluk dan cium spesial. Tapi waktu berkata lain, filia bukan lagi anak sekolahan yang masih tinggal dengan orang tua, melainkan anak kuliahan yang tinggal sendiri di kosan. Jadi begitu bangun tidur ngucapinnya enggak bisa langsung, harus lewat media komunikasi tentunya. Sempet juga ada teman yang ngasih saran untuk peluk cium ibu kos aja. Ah, beda dong ya esensinya. Tapi jangan salah, dari jauh-jauh hari filia udah merancang sebuah kejutan buat mama di Hari Ibu ini. Beli kado dan kue spesial di bandung. Awalnya sempet ragu juga takut enggak bisa pulang tepat 22 Desember, khawatir ada kuliah. Tapi ternyata Sang Pencipta menghendaki anak dan ibu ini dipertemukan di hari yang spesial. Maka setelah tau tanggal 22 Desember enggak ada kuliah, sehari sebelumnya filia sibuk nyari kado dan kue buat mama. Ya meskipun kadonya hanya sebuah buku, tapi kan yang penting maksud hati yang ngasihnya. Tanpa babibu pukul 11.00 pun filia cabut dari Bandung dan meluncur ke Serang. Sukses, akhirnya si mama pun terkejutlah melihat anak perempuannya tiba-tiba ada di rumah pada sore harinya.

Sejujurnya filia enggak pernah ngasih sesuatu barang atau hadiah spesial tanda terima kasih di Hari Ibu buat mama. Tapi hari ini bisa juga ngasih sesuatu ke mama dengan uang sendiri, hasil ngirit juga tentunya. Sebenarnya mama juga maklumin kalau anaknya ini enggak bisa ngasih apa-apa, dikarenakan emang belum kerja dan enggak punya penghasilan sendiri. Tapi belum berpenghasilan bukan berarti menjadi penghalang untuk memberi kejutan pada orang tua, kan?

Setiap orang memiliki sesuatu untuk diberikan. Jadi kalau kita enggak punya materi untuk membeli barang-barang spesial, kita bisa menyanyikan sebuah lagu atau membaca puisi untuk ibu. Atau mungkin membuatkan sarapan spesial dengan bahan-bahan seadanya. Kan yang penting spesial dari hati dan dibuat dengan kasih sayang. Masih enggak bisa juga dengan cara itu, setidaknya berilah ibu kita ciuman dan pelukan hangat layaknya seorang anak terhadap ibunya.

Ada sedikit hal yang disayangkan juga dari Hari Ibu ini. Filia sempet baca beberapa tweet tadi pagi kurang lebih bunyinya hampir sama seperti ini: "Selamat Hari Ibu. Jujur gue gengsi ngucapin langsung ke nyokap". Sebenarnya untuk menyatakan terima kasih enggak mesti diucapkan kok, bisa juga ditunjukkan dengan perbuatan. Selagi ibu masih ada di atas bumi ini, jangan pernah ada kata "gengsi" untuk mengucap selamat hari ibu, selamat ulang tahun, aku sayang mama, aku cinta mama, aku kangen mama, terima kasih ya ma, atau ucapan lainnya. Jangan pernah "gengsi" karena suatu saat ketika ibu telah tiada, yang ada hanyalah penyesalan dari dalam diri kita. Walaupun ibu enggak bilang pengen diucapkan kata-kata tadi, tapi ibu menunggu. Beliau menunggu kita untuk mengucapkan kata-kata tersebut, selayaknya kita menunggu kata-kata cinta dari orang yang kita harapkan.

Jangan terlalu berpikir jauh untuk memberi kado istimewa, karena yang ibu harapkan hanyalah ungkapan real dari kita disertai tindakan kita yang menjadi lebih baik terhadapnya. Esensinya, kalau menurut filia Hari Ibu itu hari dimana kita meningkatkan satu tahap sayang kita terhadap ibu, bukan hanya untuk berterima kasih, mengucap selamat ataupun sekadar memberi hadiah.

Seorang ibu adalah satu-satunya manusia di planet ini yang mengasihi kita, bahkan sebelum beliau tau siapa kita.

- Filia -

2 comments:

Miss Rinda said...

hallow fiaaa
duh gda nie kayanya...
nnt kl ada mampir k blog kk y,balik lg kk..hehe
dah cantikk

muachh :*

Dea Punya | Blogger Ciamis said...

Ohhh Muttertag itu hari ibu...
kirain makanan. heuheu...

 


Designed by Filia