Friday, 17 September 2010

Back to Normal

Hari ini hari terakhir di Serang. Besok udah harus meluncur ke Bandung dan Senin mulai aktif kuliah. Sebenernya sih kuliah udah mulai masuk dari tanggal 15 September 2010. Berhubung dalam seminggu cuma hari itu aja kuliahnya, dosen lainnya pada ngasih libur sampai tanggal 19, akhirnya filia bolos (jangan ditiru). Abisnya kan tanggung gitu tanggal 15 masuk tapi tanggal 16-19 libur lagi, bisa kering di kosan. Omong-omong libur kuliah, kelas filia termasuk kelas yang paling beruntung karena dari satu jurusan yang seangkatan (3 kelas) cuma kelas B inilah yang mulai aktif kuliah tanggal 20 September.

Back to Normal.
Normal disini berarti filia harus kembali ke aktivitas sebagai seorang student college; kuliah, menjalani ospek jurusan (karena ini prosesnya memakan waktu sekitar 3 bulan), mengikuti kegiatan tutorial PAI (Pendidikan Agama Islam), mengikuti training UKM yang filia pilih, berbosan-ria di tempat kos (kalau lagi sendiri) dan jauh dari keluarga. Ah ya, kalau ngebahas hal terakhir ini, suka sedih dan pengen nangis. Kata orang sih karena belum terbiasa.

Mengenai "belum terbiasa", sebenernya filia udah pernah tinggal terpisah dari keluarga selama setahun waktu masih duduk di bangku SMA kelas sepuluh. Hanya saja, bedanya waktu itu masih satu kota, sama-sama di Serang, sedangkan sekarang beda kota dari Serang ke Bandung.

Kenapa harus tinggal terpisah dari keluarga padahal satu kota?
Nah, ceritanya waktu filia baru masuk SMA tuh ada trouble dalam keluarga yang benar-benar enggak mendukung buat kelangsungan hidup filia di rumah. Supaya filia tetap konsen dengan sekolah, makanya orang tua menitipkan anak perempuannya ini ke rumah pamannya yang notabene lebih dekat dengan sekolah. Tapi hal itu enggak berlangsung selamanya, cuma setahun aja. Jadi pas kelas sebelas dan dua belas filia udah kumpul lagi dengan keluarga meskipun sampai sekarang masalah itu belum benar-benar tuntas. Mengeai apa itu masalahnya, maaf filia enggak bisa share disini.


Kembali ke judul. Back to Normal.
Nah, sekarang untuk kedua kalinya filia pisah dengan keluarga. Tapi kali ini kasusnya beda dan memang udah saatnya filia melanglang buana supaya bisa mandiri. Niat hati mau mandiri, tapi kalau lagi sendiri di tempat kos masih suka keinget keluarga di Serang dan suka pengen pulang. Makanya, filia lebih sering cari-cari kesibukan di luar kosan supaya enggak bengong dan terus-menerus keinget keluarga. Itulah kenapa filia senang banget kalau di kampus banyak kegiatan, artinya filia bisa menghabiskan waktu dengan ngelakuin hal yang positif, dari pada jalan-jalan keliling mall a b c d yang niatnya cuma window shopping jadi shopping beneran ngabisin uang.

Aktivitas filia di tempat kos monoton. Istirahat, ngerjain pekerjaan rumah tangga, baca buku + dengerin musik, dan belajar (yakin tuh belajar?). Mengenai pekerjaan rumah tangga, inilah hal paling ribet. Semuanya dari mulai nyapu, ngepel, nyetrika, nyuci, ngelap kaca, belanja, masak nasi dan buang sampah harus dilakukan sendiri. Yah, inilah namanya proses menuju mandiri walaupun susah dan bikin lelah.


So, enggak ada lagi istilah "manja" (lagian malu dong dengan predikat "mahasiswa").
Enggak ada lagi kata "malas".
Enggak ada lagi ungkapan "takut sendirian".
Semua itu harus dihilangkan dan jadilah manusia baru yang benar-benar mandiri seutuhnya.
Auf Wiedersehen manja, malas, takut sendirian!


- Filia -

2 comments:

Dorothy Souhuwat said...

thx,,,wow,,blog kamu dipake buat bener2 cerita yach..

"om rame" said...

Lagi beLajar jadi wanita yang mandiri yah Mbak.
saLam sukses untuk aktifitas tugas pendidikannya, semoga mendapatkan apa yang dicita2kan dengan ideaL.

 


Designed by Filia