Friday, 8 January 2010

Sajak Persahabatan (Kahlil Gibran)

Dan seorang remaja berkata, bicaralah pada kami tentang persahabatan.

Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.

Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata "Tidak" di kalbumu sendiri,
Pun tiada kau menyembunyikan kata "Ya"
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada 'kan hentimencoba merangkum bahasa hatinya.
Karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita,
Karena yang kau kasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
Bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
Nampak lebih agung daribada tanah ngarai daratan.

Dan tiada maksud lain persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih,
Tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

"Kahlil Gibran"

-Filia-

No comments:

 


Designed by Filia